“Dan,
kamu tahu tadi pagi mama bilang apa sama aku?” Tanyaku suatu malam melalui SMS.
Hampir
setiap malam aku dan dia berkomunikasi hanya melalui teknologi pesan singkat
sejak 5,5 tahun pertemanan kami. Jarak antarpulau yang dipisahkan oleh lautan
membuat kami belum pernah sekali pun bertatap muka secara langsung.
Tuk,
tanda SMS baru masuk. Dari Dan. “Nggak tahu.” Balasnya singkat.
Heuuuuuuh.
Ini anak dari dulu kelakuannya memang begitu. Susah ditebak dan pelit sama
kata-kata. Seperti orang yang SMS-nya bayar perkarakter saja. Pernah suatu kali
kuprotes sikapnya itu, eh dia malah membalas dengan isi SMS yang
“panjaaaaaaaaaaaang”. Dengan menggunakan kata “panjaaaaaaaang” maksudnya.
Kuketik
balasan untuknya tentang kejadian tadi pagi. “Mama bilang, pekerjaan di dapur
itu jangan dilakukan satu-satu secara bergantian. Kalau bisa langsung
sekaligus. Kalau satu-satu, nanti pas udah nikah, suami mau ke KANTOR malah
telat karena nungguin masakan yang nggak selesai-selesai.” Sengaja kata kantor
menggunakan huruf kapital semua. “Intinya, mama udah punya firasat bakal punya
mantu kerja kantoran B-) .” SMS terkirim.
Haha,
jujur, aku paling suka menggoda teman yang satu ini. hatinya yang seolah tak
tersentuh itu membuatku tak perlu merasa was-was atau apapun. Anehnya, sikap
cuek seperti itulah yang membuatku nyaman berteman dengan dia.
Tuk.
Nama Dan tertera sebagai orang yang mengirim pesan ke ponselku. Ah, aku jadi
penasaran dan selalu penasaran melihat bagaimana reaksinya setiap kali kugoda
ia. Xixixixi.
Kusentuh
layar tanda buka pesan. Barisan pendek kata membentuk kalimat tertera di layar.
“Wow, firasat gue bilang kalau gue harus cepat-cepat resign dari kantor.”
Kali ini
aku hanya tersenyum kemudian tertawa setelah membaca sebaris kalimat itu. hahahahaha.
Firasatku mengatakan sepertinya aku ditolak lagi untuk kesekian kalinya.
Banjarmasin, 12 April
2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar