Hari itu,
pagi itu, tanggal itu, 10 juni 2011, tidak seperti biasa kamu sms aq pagi-pagi.
Sms GAJEmu seperti dirimu dah membuat hp aq sibuk d pagi buta. Sibuk sibuk
sibuk dengan isi sms yang gak jelas. Pagi itu juga kalo penyakit GAJEmu kambuh,
kamu kirim sms itu, potongan lyric lagu Lyla, “nyanyikan lagu indah sebelum
kupergi dan mungkin tak kembali,
nyanyikan lagu indah tuk mlepas q pergi, dan tak kembali”.
Hari itu, pagi itu, tanggal itu, 10
juni 2011, tepat satu tahun dimana kamu mengatakan janji itu, janji tuk kita
bersama. Tapi hari itu, pagi itu, tanggal itu, 10 juni 2011, hari terakhir kita
berhubungan. Akhirnya, kamu benar-benar menepati janji kamu. Kamu benar-benar
melakukan apa yang kamu katakan. Seperti lirik lagu itu “nyanyikan lagu indah
sebelum kupergi dan mungkin tak kembali, nyanyikan lagu indah tuk melepas ku
pergi dan tak kembali”. Yah.. kamu benar-benar pergi dan akan ku anggap kau
takkan pernah kembali. Karena kita hanya sebatas bayangan yang takkan pernah
bisa menjadi nyata.
Lagu itu,
iya, lagu itu, kamu minta aku menyanyikan sebuah lagu kan? Seperti janji aku
dulu, apabila kamu minta aku buat menyanyikan sebuah lagu sebagai perpisahan
kita, maka ku akan menyanyikan lagu ini, “when u walk away I count the step that
u take, do u see how much I need u right now?” when u’r gone, song by Avril
Lavigne.
Hari itu…
kenapa harus hari itu…? Tanggal 10 juni 2011. Tepat satu hari sebelum hari
ulang tahunku yang ke-20. Kenapa saat terakhir kita harus terjadi pada tanggal
itu..? menjelang tepat satu setengah tahun perjanjian yang pernah kita bikin
dulu.
Di sini
aku ngerti, cinta bukanlah sebuah perjanjian, cinta bukan sebuah bayangan,
mencintaimu bagiku berarti mencintai sebuah bayangan. Dan itu takkan pernah
abadi. Seperti kita yang tak abadi. Kita berbeda, kita tak bisa bersama, aku
tak bisa bertahan disampingmu karena kita berbeda. Perbedaan yang hanya atas
izin Allah kita bisa bersama…
Sekarang,
hari ini, saat ini, 22 juni 2011 pukul 12.30 am aku katakan kita berakhir, cukup
semua sampai di sini, anggap kita tak
pernah saling mengenal, anggap kita tak pernh saling mengingat, anggap kita
hanya sebuah bayangan dalam mimpi sebagai bunga tidur yang saat kita terjaga
semua lenyap. Lenyap seperti asap yang tak berbekas saat membumbung tinggi ke
angkasa.
Untukmu, Mr. GAJEku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar