Pukul 7 malam lewat 10 menit suara bel
berbunyi seperti komando yang memerintahkan semuanya untuk masuk ke kelas.
Tidak terkecuali aku. Sebagai seorang tentor di bimbingan belajar, malam ini
aku ada jadwal mengajar selama 2 jam untuk anak-anak kelas 9. Jumlah siswa di
kelas itu kalau hadir semua bisa mencapai 20 orang. Tapi karena ini adalah
minggu tryout, aku sdikit merasa was-was. Takut siswa yang hadir kurang dari
separuhnya. Seperti malam kemarin waktu ngajar anak-anak teknik kelas 12, hanya
karena alasan hujan skitar pukul 6-7 malam, siswa yang hadir cuma 2 orang.
Baiklah, karena malam ini aku sudah mempersiapkan sesuatu yang sedikit berbeda,
maka kuharus tetap maju berapa pun
jumlah siswa yang hadir. Sebenarnya sejak sebelum bel dibunyikan, aku sudah
merasa gugup karena ini adalah hal yang baru pertama kali kulakukan.
"Ok, kuharus melakukannya." Bisikku dalam hati sambil membuka pintu.
"Ok, kuharus melakukannya." Bisikku dalam hati sambil membuka pintu.
"Hai, Semuanya...!! Assalamualaikum warrahmatulllahi
wabarokatuh..!!" sapaku dengan nada yang sedikit lebih cepat dari biasanya
sambil menuju ke depan kelas melewati tempat duduk siswa. "Selamat malam
buat siswa-siswa Primagama khususnya kelas 9C. Bagaimana kabar kalian malam
ini?" Masih dengan nada cepat, tapi kali ini kutatap mata mereka
satu-persatu.
Lanjutku, "Saya harap kalian semua kabarnya baik-baik aja. Yang kurang baik, diusahan untuk jadi baik. Ok, seperti biasa, tiap dua minggu sekali di selasa malam saya akan menemani kalian dalam mata pelajaran bahasa Indonesia selama dua jam ke depan. Selama dua jam itu saya juga berharap semoga tidak ada yang bosan dan kalian tidak boleh bosan. Baiklah, untuk mengawali pertemuan kita malam ini saya punya sebuah lagu. Sambil mendengarkannya, kalian bisa menyiapkan buku materi kita malam ini sekalian juga sambil menunggu teman yang belum hadir. Cekidot..!!"
Lanjutku, "Saya harap kalian semua kabarnya baik-baik aja. Yang kurang baik, diusahan untuk jadi baik. Ok, seperti biasa, tiap dua minggu sekali di selasa malam saya akan menemani kalian dalam mata pelajaran bahasa Indonesia selama dua jam ke depan. Selama dua jam itu saya juga berharap semoga tidak ada yang bosan dan kalian tidak boleh bosan. Baiklah, untuk mengawali pertemuan kita malam ini saya punya sebuah lagu. Sambil mendengarkannya, kalian bisa menyiapkan buku materi kita malam ini sekalian juga sambil menunggu teman yang belum hadir. Cekidot..!!"
Sebuah lagu dari negeri gingseng mulai mengalun melalui laptop
yang sudah kupersiapkan sebelumnya. Saat lagu itu di putar, kulihat beberapa
siswa menatapku bingung dan heran. Setelah 3 menit lebih 40 detik lagu tersebut
mengalun, aku mulai berbicara lagi.
"Lagu pertama kita sudah dibuka oleh 2NE1 dengan judul
lagunya 'Falling in Love'. Hm.. Sepertinya pembuka kali ini masih sedikit
kurang. Tidak masalah, saya masih punya satu lagu lagi. Kali ini dari J-Rock
'yang kedua' selamat mendengarkan!"
Satu persatu siswa mulai datang. Saat lagu kedua masih
mengalun dipertengahan, terlihat tidak ada tanda-tanda siswa yang akan hadir
lagi. Kuhitung jumlah mereka di kelas. Lumayan, ada 14 orang yang hadir.
Lagu berhenti. Seperti lazimnya sebuah pertunjukan, jika ada
pembuka berarti ada penutup. Kali ini saatnya melakukan penutupan.
"Bagaimana malam kalian kali ini? 2 lagu saya rasa sudah
cukup. Tadi ada 2NE1 dengan 'falling in love'nya, cocok buat kalian yang sedang
jatuh cinta. Lagu kedua ada J-Rock dengan 'yang kedua'. Bukan salahku menduakan dirimu karena dia lebih dulu
hadir di hatiku. Hm.. Potongan lirik lagu yang pas
banget buat kalian yang yaaaaah sedang menduakan kekasihnya." semua siswa
mulai tertawa. "Ok, sekarang saatnya buka soal prediksi yang kemarin sudah
dibagi, kita belajar..!!" fiuuuuhhh..
Aku menghembuskan nafas kelegaan. Akhirnya selesai juga
pertunjukan pembuka malam ini dengan berlagak seperti penyiar radio.
"Ibu.. Ibu malam ini kenapa? Terlihat beda. Keliatan
lebih semangat." Tanya seorang siswa.
"Haha.. Akhirnya selesai juga. Saya ingin menjadi sesuatu yang beda malam ini. Ceritanya jadi penyiar radio. Kalian tahu kalau saya dari tadi degdegan? Bahkan sebelum saya masuk ke kelas ini." jawabku sambil sedikit tertawa. "Saya harus semangat, biar kalian ikut semangat. Kalau kalian lemes dan saya lemes, apa jadinya kelas ini?".
"Haha.. Akhirnya selesai juga. Saya ingin menjadi sesuatu yang beda malam ini. Ceritanya jadi penyiar radio. Kalian tahu kalau saya dari tadi degdegan? Bahkan sebelum saya masuk ke kelas ini." jawabku sambil sedikit tertawa. "Saya harus semangat, biar kalian ikut semangat. Kalau kalian lemes dan saya lemes, apa jadinya kelas ini?".
"Hehehe.. Iya Bu. Tapi Ibu punya bakat."
"Ya ya ya.. Terima kasih. Siapa tau nanti saya bisa
nyambi-nyambi jadi penyiar radio. Xixixixi." jawabku santai.
Akhirnya. Selama dua jam kemudian, kegiatan belajar-mengajar
berlangsung dengan lancar. Siswa-siswa terlihat bersemangat. Bahkan saat
istirahat, mereka mesti saya ancam dulu agar mau istirahat. Padahal bel sudah
berbunyi, tapi mereka masih bergeming di tempat duduknya.
"Ok, kita istirahat dulu. Nanti dilanjutin lagi. Saya
hitung sampai tiga, jika tidak ada yang bergerak maka soal ini akan saya
lanjutkan dan kalian tidak ada istirahatnya." Ancamku. "Satu.. Dua..
Tiga..!!"
"Iyaaaa buuuuu..!! Kami istirahat..!!"
_Na_
Kota Seribu Sungai 180214
Tidak ada komentar:
Posting Komentar