Perjalanan hidup

Perjalanan hidup

Selasa, 11 November 2014

(Cerpen) Penyiar Radio Dadakan


Pukul 7 malam lewat 10 menit suara bel berbunyi seperti komando yang memerintahkan semuanya untuk masuk ke kelas. Tidak terkecuali aku. Sebagai seorang tentor di bimbingan belajar, malam ini aku ada jadwal mengajar selama 2 jam untuk anak-anak kelas 9. Jumlah siswa di kelas itu kalau hadir semua bisa mencapai 20 orang. Tapi karena ini adalah minggu tryout, aku sdikit merasa was-was. Takut siswa yang hadir kurang dari separuhnya. Seperti malam kemarin waktu ngajar anak-anak teknik kelas 12, hanya karena alasan hujan skitar pukul 6-7 malam, siswa yang hadir cuma 2 orang.
            Baiklah, karena malam ini aku sudah mempersiapkan sesuatu yang sedikit berbeda, maka kuharus tetap maju berapa pun jumlah siswa yang hadir. Sebenarnya sejak sebelum bel dibunyikan, aku sudah merasa gugup karena ini adalah hal yang baru pertama kali kulakukan.
            "Ok, kuharus melakukannya." Bisikku dalam hati sambil membuka pintu.
            "Hai, Semuanya...!! Assalamualaikum warrahmatulllahi wabarokatuh..!!" sapaku dengan nada yang sedikit lebih cepat dari biasanya sambil menuju ke depan kelas melewati tempat duduk siswa. "Selamat malam buat siswa-siswa Primagama khususnya kelas 9C. Bagaimana kabar kalian malam ini?" Masih dengan nada cepat, tapi kali ini kutatap mata mereka satu-persatu.
            Lanjutku, "Saya harap kalian semua kabarnya baik-baik aja. Yang kurang baik, diusahan untuk jadi baik. Ok, seperti biasa, tiap dua minggu sekali di selasa malam saya akan menemani kalian dalam mata pelajaran bahasa Indonesia selama dua jam ke depan. Selama dua jam itu saya juga berharap semoga tidak ada yang bosan dan kalian tidak boleh bosan. Baiklah, untuk mengawali pertemuan kita malam ini saya punya sebuah lagu. Sambil mendengarkannya, kalian bisa menyiapkan buku materi kita malam ini sekalian juga sambil menunggu teman yang belum hadir. Cekidot..!!"
            Sebuah lagu dari negeri gingseng mulai mengalun melalui laptop yang sudah kupersiapkan sebelumnya. Saat lagu itu di putar, kulihat beberapa siswa menatapku bingung dan heran. Setelah 3 menit lebih 40 detik lagu tersebut mengalun, aku mulai berbicara lagi.
            "Lagu pertama kita sudah dibuka oleh 2NE1 dengan judul lagunya 'Falling in Love'. Hm.. Sepertinya pembuka kali ini masih sedikit kurang. Tidak masalah, saya masih punya satu lagu lagi. Kali ini dari J-Rock 'yang kedua' selamat mendengarkan!"
            Satu persatu siswa mulai datang. Saat lagu kedua masih mengalun dipertengahan, terlihat tidak ada tanda-tanda siswa yang akan hadir lagi. Kuhitung jumlah mereka di kelas. Lumayan, ada 14 orang yang hadir.
            Lagu berhenti. Seperti lazimnya sebuah pertunjukan, jika ada pembuka berarti ada penutup. Kali ini saatnya melakukan penutupan.
            "Bagaimana malam kalian kali ini? 2 lagu saya rasa sudah cukup. Tadi ada 2NE1 dengan 'falling in love'nya, cocok buat kalian yang sedang jatuh cinta. Lagu kedua ada J-Rock dengan 'yang kedua'. Bukan  salahku menduakan dirimu karena dia lebih dulu hadir di hatiku. Hm.. Potongan lirik lagu yang pas banget buat kalian yang yaaaaah sedang menduakan kekasihnya." semua siswa mulai tertawa. "Ok, sekarang saatnya buka soal prediksi yang kemarin sudah dibagi, kita belajar..!!" fiuuuuhhh..
            Aku menghembuskan nafas kelegaan. Akhirnya selesai juga pertunjukan pembuka malam ini dengan berlagak seperti penyiar radio.
            "Ibu.. Ibu malam ini kenapa? Terlihat beda. Keliatan lebih semangat." Tanya seorang siswa.
            "Haha.. Akhirnya selesai juga. Saya ingin menjadi sesuatu yang beda malam ini. Ceritanya jadi penyiar radio. Kalian tahu kalau saya dari tadi degdegan? Bahkan sebelum saya masuk ke kelas ini." jawabku sambil sedikit tertawa. "Saya harus semangat, biar kalian ikut semangat. Kalau kalian lemes dan saya lemes, apa jadinya kelas ini?".
            "Hehehe.. Iya Bu. Tapi Ibu punya bakat."
            "Ya ya ya.. Terima kasih. Siapa tau nanti saya bisa nyambi-nyambi jadi penyiar radio. Xixixixi." jawabku santai.
            Akhirnya. Selama dua jam kemudian, kegiatan belajar-mengajar berlangsung dengan lancar. Siswa-siswa terlihat bersemangat. Bahkan saat istirahat, mereka mesti saya ancam dulu agar mau istirahat. Padahal bel sudah berbunyi, tapi mereka masih bergeming di tempat duduknya.
            "Ok, kita istirahat dulu. Nanti dilanjutin lagi. Saya hitung sampai tiga, jika tidak ada yang bergerak maka soal ini akan saya lanjutkan dan kalian tidak ada istirahatnya." Ancamku. "Satu.. Dua.. Tiga..!!"
            "Iyaaaa buuuuu..!! Kami istirahat..!!"



_Na_
Kota Seribu Sungai 180214

Tidak ada komentar: