Mimpi?! Mungkin di dalam hidupku, mimpi hanyalah sebatas mimpi. Suatu bayang-bayang yang hanya bisa dibayangkan, namun tak dapat dirangkul layaknya sepotong bayangan. Seperti dirinya, hanya mampu hadir dalam mimpiku dengan mengusik tidur malam yang tenang di saat aku tenggelam dalam lautan kerinduan. Semakin dalam dasar lautan itu maka semakin jelas bayang-bayangnya hadir, namun semakin jauh pula jalannya bangkit ke alam nyataku.
Pertemuan pertama di tahun ajaran baru, sekolah baru, dan sebagai siswa baru adalah awal yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Mengenalnya tanpa jabat tangan ataupun tegur sapa, hanya melalui sepotong nama yang dibordir di bajunya. Satu bagian nama yang menurutku dan temanku lucu, kadang-kadang menjadi bahan tertawaan kami. Khususnya aku yang selalu menggoda temanku dengan nama itu, karena kutahu temanku sudah menaruh simpatik yang lebih kepada orang baru itu.
satu tahun berlalu, ternyata aku benar-benar bisa menjadi temannya. Entah karena factor apa atau keadaan yang bagaimana, dia mulai menyadari keberadaanku. Mengenai perasaan temanku, aku sama sekali tidak tahu bagaimana kelanjutannya. Yang aku tahu sekarang hanyalah perasaan dan keinginan untuk selalu melihat senyumnya, tegur sapanya atau sekedar mendengar suaranya.
Semakin hari perasaanku semakin jelas kalau aku juga menaruh simpatik kepadanya. Aku tidak tahu pesona apa yang ia miliki sehingga ia mampu mencuri perasaan itu.
Satu tahun lagi berlalu. Dan ini adalah tahun terakhir di mana aku bisa menikmati indahnya cinta di masa remajaku. (walaupun Cuma cinta monyet. Hehehe.. J)
Di bulan-bulan pertama semuanya masih terasa indah dan berjalan normal. Dipertengahan tahun, perubahan mulai terasa. Semakin sulit bagiku untuk mendekatinya. Pada akhirnya kami berpisah di penghujung tahun ajaran. Sama seperti awal aku mengenalnya, tanpa jabat tangan dan tanpa tegur sapa. Perasaan ini pun masih tersimpan rapat di dalam hatiku.
Tidak terasa 2 setengah tahun kujalani hidupku tanpa bayang-bayang nyata dirinya. Namun kusadari kalau aku masih tak mampu lepas dari bayang-bayang dan mimpi akan kehadirannya. Sampai suatu ketika aku kembali bertemu dengannya di alam nyata. Seakan tidak percaya, aku terus memandangnya dari kejauhan. Tetapi aku selalu menghindar apabila ia berusaha melihat ke arahku.
Sampai tiba pada suatu keadaan yang memaksaku untuk tidak dapat mengelak lagi. Di tempat parkir, untuk pertama kalinya setelah 2 setengah tahun, bahkan lebih, IA MENYAPAKU. Membuat perasaan itu dan mimpiku kembali bangkit. Aku senang karena tetnyata dia tak pernah melupakanku J. Sejak saat itu aku mulai berani berharap dan bermimpi untuk sesuatu yang lebih.
Sampai aku berada pada satu titik di mana aku harus segera bangkit dari mimpi ini dan membuka mataku lebar-lebar agar dapat terjaga dari tidur yang telah menenggelamkan dan menghanyutkanku. Semua itu terjadi ketika aku menemui kenyataan kalau ia sudah menambatkan perahu cintanya di sebuah dermaga yang kuharap dia tak pernah salah memilihnya. Dan perasaan ini masih tetap tersimpan aman di tempatnya semula. Biarkan hanya aku dan Tuhan yang mengetahui ini semua. Dan aku akn terus membiarkan semuanya seperti ini sampai waktu yang akan mengikis habis tentangnya, tanpa tersisa.
Banjarmasin, 2008 J
Catatan di atas adalah catatan terakhir tentangmu.
Tidak ada lagi cerita,
Kututup buku tentang cerita masa lalu itu
Biarkan semua hanya menjadi kenangan..
Kenangan yang indah,
Kenangan yang manis,
& kenangan yang penuh makna..
Kenangan yang mampu membuat aku belajar..
Mulai saat ini,
Ku akan membuka lembaran baru,
& kenangan baru dengan orang-orang yang layak untuk kukagumi..
Makasih buat semuanya teman.. J
1 komentar:
http://hiddensouldiary.blogspot.com/2011/11/mengutuk-waktu.html
Posting Komentar